Pascakebakaran SDN 002 Loa Janan, Disdikbud Kukar Terapkan Belajar Bergilir dan Siapkan Pembangunan
Rapat kordinasi Disdikbud Kukar bersama sejumlah OPD membahasa penanganan SDN
002 Loa Janan pasca kebakaran. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menerapkan sistem belajar bergilir di SDN 002 Loa Janan pascakebakaran pada Kamis (16/7/2026).
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan
penanganan awal difokuskan untuk memastikan proses Masa Pengenalan Lingkungan
Sekolah (MPLS) dan kegiatan belajar mengajar tidak terhenti.
Untuk sementara, pembelajaran dialihkan dengan
memanfaatkan ruang yang masih dapat digunakan melalui sistem belajar bergilir.
"Kami menerapkan sistem dua shift. Untuk
siswa kelas 1 belajar mulai pukul 07.30 hingga 10.00 Wita. Selanjutnya
dilanjutkan oleh siswa kelas 2 dan kelas 3 dengan memanfaatkan ruang kelas yang
masih tersedia," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat
(17/7/2026).
Selain mengatur jadwal belajar, Disdikbud
Kukar juga bergerak menyiapkan langkah penanganan bersama Pemerintah Kabupaten
Kukar.
"Bapak Bupati dan Bapak Sekretaris Daerah
menginstruksikan kami untuk segera menggelar rapat koordinasi agar
langkah-langkah penanganan dapat segera dilakukan terkait kebakaran yang
menghanguskan gedung SD Negeri 002 Purwajaya, Desa Purwajaya," sebutnya.
Dari rapat tersebut disepakati bahwa
pembangunan kembali SDN 002 Loa Janan akan menggunakan anggaran Belanja Tidak
Terduga (BTT) karena kondisi yang dihadapi masuk kategori mendesak.
Disdikbud bersama Dinas Pekerjaan Umum juga
akan segera turun ke lapangan untuk menghitung kebutuhan pembangunan kembali
gedung sekolah yang terdampak kebakaran.
"Dalam rapat tadi kami bersepakat bahwa
kondisi ini masuk kategori mendesak, sehingga penanganannya akan menggunakan
anggaran BTT," ungkapnya.
Selain menyiapkan pembangunan kembali gedung
sekolah, Disdikbud juga menginventarisasi sejumlah alternatif lokasi belajar
sementara apabila sistem belajar bergilir dinilai tidak lagi efektif.
"Saat ini kami masih melakukan
inventarisasi dan identifikasi terhadap berbagai alternatif tersebut, termasuk
kemungkinan memanfaatkan BPU atau menyewa bangunan sebagai lokasi belajar
sementara," jelasnya.
Percepatan administrasi juga tengah dilakukan
agar pembangunan dapat segera dimulai melalui mekanisme pergeseran anggaran
dari pos BTT ke program pembangunan sekolah.
"Sebelum perubahan APBD, kami akan
melakukan perubahan penjabaran anggaran terlebih dahulu. Artinya dilakukan
pergeseran anggaran dari pos BTT ke program kegiatan pembangunan sekolah,
karena kondisi ini masuk kategori mendesak," pungkasnya. (kriz)